Nama
: Moch. Hadiwinanto statistik
Semester
: V UNIVERSITAS ISLAM ATTAHIRIYAH
1. Pengertian Statistik
Secara
Etimologi Kata statistik berasal dari bahasa Latin "Ratio Status"
yang dalam bahasa Itali ekivalen dengan kata "Region di stato".
Istilah tersebut muncul pada awal abad pertengahan, biasa digunakan untuk
menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan pelajaran tentang kenegaraan.
Kemudian berkembang istilah "statistia" yang berarti orang yang
berkecimpung dalam urusan keadaan kenegaraan atau ahli negara.
Statistik
didefinisikan sebagai fakta-fakta berbentuk angka yang terangkum dalam
tabel-tabel atau kumpulan angka pada tabel yang menerangkan suatu fenomena.
Statistika
adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan,
menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya,
statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Atau statistika adalah ilmu
yang berusaha untuk mencoba mengolah data untuk mendapatkan manfaat berupa
keputusan dalam kehidupan.
Arti
luas statistik (statistika) adalah metoda atau alat untuk :
1. Pengumpulan
data.
2. Pengolahan
data.
3. Penyajian
data.
4. Analisis
data.
5. Penarikan
simpulan data.
.
2. Penggolongan Data Statistik
Menurut
Ir. M. Iqbal Hasan, M.M dalam “ Pokok-Pokok
Materi Statistik 1” statistikterbagi atas beberapa golongan.
Statistik
berdasarkan cara penggolongan data terbagi atas:
a. Statistik
Deskriftip (Statistik Deduktif)
Mempunyai
tujuan untuk mendeskripsi atau memberi gambaran objek yang diteliti
sebagaimana adanya tanpa menarik kesimpulan atau generalisasi. Dalam statistic
deskriptif ini dikemukakan cara-cara penyajian data dalam bentuk table maupun
diagram, penentuan rata-rata(mean), modus, median, rentang serta simpangan
baku.
b. Statistik
Analitik / Inferensial (Statistik Induktif)
Mempunyai
tujuan untuk penarikan kesimpulan. Sebelum menarik kesimpulan dilakukan suatu
dugaan yang dapat diperolehdari statistika deskriptif. Bidang statistik yang
mencakup semua kegiatan statistik secara utuh mulai dari kegiatan
pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, analisis data dan penarikan simpulan berdasarkan data yang ada.Tujuan akhir untuk membuat inference atau menggeneralisasi hasil pengukuran sampel ke populasi.Alat yang digunakan pada statistik analitik adalah teori estimasi, pengujian hipotesis, dll.
pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, analisis data dan penarikan simpulan berdasarkan data yang ada.Tujuan akhir untuk membuat inference atau menggeneralisasi hasil pengukuran sampel ke populasi.Alat yang digunakan pada statistik analitik adalah teori estimasi, pengujian hipotesis, dll.
Statistik
berdasarkan bentuk parameter terbagi atas:
a. Statistik
parametrik : berhubungan dengan inferensi statistik yang membahas parameter-
parameter populasi seperti rata-rata proporsi, dan lain- lain. Dengan ciri-ciri
parametrik adalah jenis data interval atau rasio serta distribusi data
(populasi) adalah normal atau mendekati normal.
b. Statistik
non- parametrik: inferensi statistik yang tidak membahas parameterparameter
populasi dengan ciri adalah data nominal atau ordinal serta distribusi data
(populasi) yang tidak diketahui atau bisa disebut tidak normal.
Statistik berdasarkan
ruang lingkup penggunaannya terbagi atas:
a. Statistik
sosial
Yaitu
statistik yang diterapkan atau digunakan dalam ilmu-ilmu sosial.
b. Statistik
pendidikan
Yaitu
statistik yang di terapkan atau digunakan dalam ilmu pendidikan
c. Statistik
ekonomi
Yaitu
statistik yang diterapkan atau digunakan dalam ilmu ekonomi
d. Statistik
perusahaan
Yaitu
statistik yang diterapkan tau digunakan dalam bidang perusahaan
e. Statistik
pertanian
Yaitu
statistik yang diterapkan atau digunakan dalam ilmu pertanian.
f. Statistik
kesehatan
Yaitu
statistik yang diterapkan atau digunakan dalam bidang kesehatan.
3. Pengertian
Data Statistik
Dalam
analisis suatu metode statistika, pasti anda akan berhadapan dengan data,
kenapa?? Karena data menjadi bahan baku dalam analisis. Jadi setinggi
apapun keilmuan seseorang tentang statistika tanpa data, ia tidak bisa berkata
apa-apa kecuali hanya bergumam belaka. Data selain menjadi bahan baku suatu
analisis statistika, juga menjadi perrtimbangan yang sangat penting dalam
pemilihan metode analisis statistika pada suatu pemecahan permasalahan.
Data
berasal dari kata Latin, yaitu datum, yang merupakan bentuk jamak, datum adalah
keterangan atau informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan sedangakan data
adalah segala keterangan atau informasi yang dapat memberikan gambaran tentang
suatu keadaan.
Data
statistik merupakan keterangan atau ilustrasi mengenai
suatu hal yang bisa berbentuk kategori ( misal: rusak, baik, cerah, berhasil,
ataupun bilangan)
Tujuan
pengumpulan data:
1. Untuk
memperoleh gambaran suatu keadaan
2. Untuk
dasar pengambilan keputusan
Ciri-Ciri
Data
1. Berbentuk
angka atau simbol angka, tidak berbentuk kalimat.
2. Tersusun
teratur. Berurutan sesuai dengan aturan-aturan, kaidah-kaidah, hukum-hukum,
rumus-rumus, dalil-dalil tertentu.
3. Agregat.
Seluruh kumpulan nilai-nilai pengukuran yang merupakan suatu kesatuan dan
setiap nilai pengukuran hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keseluruhan
tersebut.
4. Penggolongan
Data Statistik
a. Data
Diskrit (data anumeration)
Angka-angka
yang tidak memiliki desimal atau pecahan di antara dua bilangan bulatnya,
diperoleh dari menghitung. Tiap objek memiliki satu satuan yang utuh, yang
tidak memungkinkan untuk terjadinya secara sebagian.
Misalnya
: jumlah rumah 34 rumah, jumlah penduduk 3657jiwa, jumlah mobil 29 mobil,
jumlah meja 56 meja, dsb. Pada perhitungan dimungkinkan ada desimal, namun
kesimpulan akhir merupakan angka tanpa desimal. Pembulatan selalu naik,
berapapun angka di belakang koma.
b. Data
Kontinue (data measurement)
kumpulan
angka- angka yang masih dimungkinkan memiliki bilangan desimal atau pecahan di
antara dua bilangan bulatnya yang banyaknya tak terhingga, biasanya didapatkan
dari proses pengukuran.
Contoh
: tinggi badan 175,5 cm, berat badan 67,75 kg, jarak 10,7 km, kecepatan 23 m/dt, temperatur 370C, volume 35,2
l, dll.
Data
Menurut Sifatnya
a. Data
Kualitatif
Adalah
kenyataan yang menunjukkan sifat-sifat objek yang tidak memungkinkan secara
langsung dapat diubah menjadi angka, sehingga menggunakan pendekatan dalam
bentuk kategori. Contoh : lukisan indah, pemandangan bagus, wajah cantik,
penataan rapi, kebijaksanaan tepat, perkataannya benar, tariannya indah.
b. Data
Kuantitatif : adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka.
Misalnya
: 60 rumah, 2.345 jiwa, 23 km, 19 gr.
Data
Menurut Sumbernya
a. Data
Primer : data yang diperoleh secara langsung dengan melakukan sendiri
pengumpulan terhadap obyek.
b. Data
Sekunder : data yang diperoleh dari olahan data primer
c. Data
Tersier : data yang diperoleh dari olahan data sekunder.
d. Data
Kuarter : data yang diperoleh dari data tersier yang telah diolah terlebih
dahulu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar